Desa Sridadi, Kalirejo – Dalam rangkaian kegiatan Launching Kampung Tangguh TBC, Inisiatif Lampung Sehat (ILS) tidak hanya menyoroti isu kesehatan, tetapi juga mengintegrasikan upaya pemberdayaan ekonomi dan kepedulian lingkungan melalui kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah serta praktik pembuatan sabun dan lilin dari minyak jelantah.
Kegiatan ini dipandu langsung oleh Dewan Pengawas ILS, Dwi Setyorini, yang dikenal sebagai penggiat pemberdayaan perempuan, pelaku pendamping UMKM, serta aktivis perempuan yang konsisten mengadvokasi isu-isu perempuan dan lingkungan. Dalam paparannya, Dwi menekankan bahwa persoalan kesehatan masyarakat, lingkungan, dan ekonomi keluarga saling berkaitan dan harus ditangani secara terpadu.

“Pengelolaan sampah rumah tangga, termasuk minyak jelantah, jika dikelola dengan benar tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga dapat menjadi peluang ekonomi bagi ibu-ibu,” ujar Dwi Setyorini di hadapan peserta kegiatan yang mayoritas merupakan kader dan ibu rumah tangga Desa Sridadi.
Melalui praktik langsung, peserta diajak memahami cara sederhana mengolah minyak jelantah menjadi sabun dan lilin bernilai guna. Selain ramah lingkungan, produk tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai usaha mikro rumah tangga yang dapat menambah penghasilan keluarga.
Dwi Setyorini menegaskan bahwa peran perempuan sangat strategis dalam menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan sekitar. “Perempuan adalah agen perubahan di rumah. Ketika ibu memiliki pengetahuan dan keterampilan, dampaknya akan terasa pada kesehatan keluarga, kebersihan lingkungan, hingga ketahanan ekonomi,” tambahnya.

Kegiatan ini juga sejalan dengan program RESAKU (Recycle Sakai Sambayan) yang diinisiasi oleh ILS, yakni mendorong pengelolaan sampah berbasis gotong royong dan kearifan lokal. Melalui sosialisasi ini, masyarakat Desa Sridadi diharapkan semakin sadar bahwa sampah bukan hanya persoalan, tetapi juga sumber daya jika dikelola dengan tepat.
Sosialisasi pengelolaan sampah dan praktik pengolahan minyak jelantah tersebut menjadi penutup rangkaian kegiatan Launching Kampung Tangguh TBC, sekaligus memperkuat pesan bahwa upaya melawan TBC perlu didukung oleh lingkungan yang bersih, keluarga yang berdaya, dan masyarakat yang sehat secara menyeluruh.







