ILS Resmikan Kampung Tangguh TBC di Desa Sridadi, Dorong Inisiasi Pencegahan dari Akar Rumput

Lampung Tengah – Inisiatif pencegahan dan penanggulangan Tuberkulosis (TBC) terus diperkuat dari tingkat desa. Inisiatif Lampung Sehat (ILS) bersama Pemerintah Kampung Sridadi secara resmi meluncurkan Kampung Tangguh TBC melalui sebuah rangkaian kegiatan yang digelar di Desa Sridadi, Kecamatan Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah.

Kegiatan diawali dengan pra-acara berupa pemeriksaan kesehatan keluarga pasien TBC sebagai langkah deteksi dini, terutama bagi anak-anak yang masih dalam masa tumbuh kembang. Direktur ILS, Sudiyanto, menegaskan bahwa deteksi dan penanganan sejak dini sangat penting agar kualitas hidup keluarga, khususnya anak dan pencari nafkah, tidak terganggu.

“Jika anak terdeteksi sejak dini, tumbuh kembangnya bisa lebih baik. Kalau yang terinfeksi adalah seorang bapak, maka pekerjaannya juga akan terganggu. Ini persoalan sosial dan ekonomi, apalagi dalam budaya patriarki,” ujar Sudiyanto.

Dalam sambutannya, Sudiyanto juga menjelaskan bahwa ILS tidak hanya fokus pada isu TBC, tetapi juga memiliki program Resaku (Recycle Sakai Sambayan) dan aksi peduli lingkungan. Ia menilai kader-kader ibu rumah tangga memiliki kepekaan tinggi dalam menjalankan program kesehatan dan lingkungan di tingkat kampung.
“ILS bekerja lintas agama, lintas suku, lintas golongan. Kami bukan LSM, tapi bekerja secara teknis dan resmi, saling mendukung dan memfasilitasi dari sisi tenaga, pikiran, tempat, dan pengkondisian seperti hari ini,” tambahnya. Ia juga menyebutkan bahwa dari sekitar 31 ribu kasus TBC di Provinsi Lampung, jumlah kasus di setiap kecamatan berpotensi signifikan jika dihitung secara proporsional.

Acara dilanjutkan dengan pembukaan resmi, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara ILS dan Kepala Kampung Sridadi, serta penandatanganan petisi bersama sebagai komitmen mewujudkan Kampung Tangguh TBC.
Waluyo selaku Camat Kalirejo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Desa Sridadi sebagai lokasi peluncuran program. Ia berharap kehadiran Kampung Tangguh TBC dapat memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan melalui kerja sama kader-kader ILS di tingkat kampung.

“Kami harap masyarakat yang mengalami gejala TBC segera berobat ke puskesmas terdekat. Di momentum Hari Ibu ini, saya juga mengingatkan peran penting ibu sebagai soko guru di rumah. Ibu-ibu harus benar-benar dicintai dan dihargai,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah, Iqbal Wahid Triono, yang mengaku memahami betul kerja-kerja ILS sejak awal. Ia menekankan bahwa kesehatan adalah fondasi utama kesejahteraan.
“Punya uang tapi sakit itu tetap tidak enak dan penuh kekhawatiran. Maka memperkuat kebijakan perlindungan kesehatan dan mendukung kampung tangguh TBC adalah tugas kami,” tegasnya. Ia berharap Kampung Tangguh TBC Sridadi dapat menjadi mercusuar Gerakan Lampung Sehat.

Hal serupa disampaikan oleh Kepala Kampung bapak Suroso Adi Saputro “harapan saya semoga launching ini menjadi awal kegiatan Kampung Tangguh TBC dan berdampak baik agar masyarakat sridadi senantiasa sehat”

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sosialisasi pengelolaan sampah dan praktik pembuatan sabun dari minyak jelantah sebagai bagian dari edukasi lingkungan yang terintegrasi dengan kesehatan masyarakat.
Launching Kampung Tangguh TBC ini menjadi bukti kolaborasi nyata antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga sosial dalam membangun kesadaran serta ketangguhan bersama melawan TBC dari tingkat paling dasar, yakni kampung.

(Mei1)

banner 528x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *