Pringsewu : Proyek jalan rabat beton di Pekon Ambarawa Barat dan Kresnomulyo Kecamatan Ambarawa Kabupaten Pringsewu diduga proyek ini menjadi ajang korupsi pihak rekanan dan Dinas PU Pera Kabupaten Pringsewu, sangat nampak kerjasama rekanan dan pihak dinas dalam memuluskan misi mereka mencari keuntungan besar.
Nampak jelas pada plang proyek jika titik proyek tertukar ruasnya, bahkan menurut Sumber yang minta namanya dirahasiakan mengatakan bahwa kedua proyek tersebut diduga ruasnya tertukar saat pelaksanaannya, titik ruas Ambarawa Barat dilaksanakan di Krenomulyo, demikian juga sebaliknya.
Menurut sumber juga mengatakan data dilokasi titik pekerjaan tertukar jelas terlihat di papan plang, titik di Pekon Ambarawa Barat dan Kresnomulyo, namun diduga ada pembiaran oleh pihak Pengawas, PPTK bahkan PPK Proyek, padahal titik lokasi tersebut tidak boleh tertukar itu suatu kesalahan fatal.
Pelaksanaan proyek diperkirakan dilaksanakan pada bulan november 2025 lalu, seperti ruas yang di Pekon Kresnomulyo yang diduga tertukar kontraknya dengan Pekon Ambarawa Barat tersebut dikerjakan asal jadi, pada saat pelaksanaan pengerjaan proyek ada unsur pembiaran oleh pihak Dinas PU Pera Kabupaten Pringsewu, sehingga kualitas hasil proyek kualitas jelek.
Bahkan sumber juga menunjuk bukti fhoto pada saat pelaksanaan proyek, ketebalan semen cor rabat beton ketebalan semen tidak rata alias dicolong oleh pihak rekanan, untuk dipinggir jalan ketebalan 15cm namun untuk ditengah jalan ketebalan semen rabat hanya sekitaran 7cm saja.
Namun anehnya proyek ini bisa diterima oleh pihak Dinas PU Pera, bahkan selain kualitas semen yang baru beberapa hari sudah banyak yang pada retak, juga ketebalan semen juga ditengah jalan kurang tebal namun dibiarkan saja oleh pihak Dinas PU Pera, terkesan ada main mata antara rekanan dan pihak Dinas PU Pera Kabupaten Pringsewu.
“Ketebalan semennya sudah pasti kurang karena ada batuan sabes dibawahnya tapi diatas alas plastik, ketebalan semennya ada yang 10cm, bahkan ada yang 7cm saja namun dipinggir jalan 15cm, Itu diyakini tidak bakal awet dan pasti cepat remuk karena semennya ditipis,” jelas Sumber.
Di plang informasi, Jalan Kabupaten yang berkode paket BM-JL-53 dengan anggaran senilai Rp.197.298.300 dengan pelaksananya CV. SUNAN MAKMUR BERSAMA, dengan nomor kontrak :027/02/SPK/BM-JL-53/PPK/D.03/2025, tanggal kontrak 10 Oktober 2025 dan waktu pelaksanaan 60 hari kalender.
Sumber juga mengatakan masyarakat bisa menilai pembangunan jalan tersebut berkualitas buruk dan tidak akan bertahan lama, karena sejak pelaksanaan diatas plastik diberikan batu sabes bahkan ketebalan volume juga mereka colong.
“Kami sebagai masyarakat ingin jalan kami awet, kalau seperti ini baru beberapa hari saja semen sudah banyak yang retak karena pekerjaan diakali sehingga hasilnya berkualitas jelek,” tegas Sumber.
Saat media ini konfirmasi dengan Kabid Bina Marga Dinas PU Pera Kabupaten Pringsewu di ruang kerjanya, Ade Suherman mengatakan itu kewenangan Sekretaris, karena waktu pembangunan jalan tersebut dia yang menjabat Kabid Bina Marga dan sekaligus beliau itu selaku PPK, pada selasa, 30/12/2025.
“Tunggu sebentar bang, saya mau ngadap Sekretaris Pak Fahmi, karena dia yang berwenang memberikan tanggapan, saya tidak mengerti, karena saya baru di BM ini, ayo saya antar keruangannya,” kata Ade Suherman.
Sekretaris Dinas PU Pera Kabupaten Pringsewu Ikromi Fahmi, ST., saat dimintai tanggapan mengatakan, pekerjaan itu sudah serah terima dan selesai, sekarang sudah dalam masa pemeliharaan terkait kalau ada kerusakan nanti akan ada perbaikan.
Ditanya terkait pemborong yang mengakali volume, ketebalan jalan yang ada yang tipis dan ada yang tebal, Fahmi menjawab dengan jawaban yang sama, bahwa proyek itu sedang dalam masa pemeliharaan.
“Itu sudah serah terima dan diperiksa, tidak ada masalah, ini sudah dalam pemeliharaan dan jika ada yang rusak kita akan perbaiki,” tegasnya.
Selain itu Fahmi menyangkal saat ditanya adanya titik proyek yang tertukar, titik di Pekon Ambarawa Barat dan titik di Kresnomulyo, walaupun pantaun dilokasi terlihat diplang informasi proyek. Katanya, tidak ada yang tertukar pada titik pembangunan jalan tersebut, itu sudah sesuai. (Erwandi)







