Pringsewu : Ribuan warga memadati kediaman Kepala Pekon Pamenang, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, dalam puncak peringatan HUT ke-22 Pekon Pamenang. Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk digelar Rabu malam, 26/8/2026.
Antusiasme warga sangat tinggi. Selain masyarakat Pekon Pamenang, warga dari Pekon Bumiratu, Pasir Ukir, hingga Panutan juga berdatangan untuk menyaksikan.
Kepala Pekon Pamenang, Aminudin mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur pasca panen dan ajang silaturahmi warga. Sekaligus bentuk pelestarian budaya Jawa dan kekompakan masyarakat.
“Saya berusaha agar Pekon Pamenang menjadi pekon yang terus berubah ke arah yang lebih maju setiap tahun. Baik dari sisi pembangunan, budaya, hingga kegotong-royongan. Semua bidang kita upayakan,” ujar Aminudin.
Warga asli Pamenang, Siswoyo menjelaskan, acara ini merupakan bagian dari tradisi “Bersih Desa” yang digelar setiap tahun.
Rangkaiannya dimulai Selasa malam dengan Shalawatan atau yang dikenal masyarakat Jawa sebagai “Janeng”. Dilanjutkan Rabu malam dengan atraksi Pencak Silat Partisan Siliwangi (PS). Puncaknya Rabu malam Wayang Kulit semalam suntuk. Dan Kamis siang ditutup dengan pertunjukan Jaranan atau Kuda Kepang.
“Ini sudah turun-temurun harus dilestarikan. Dari dulu murni dan tidak ada campuran karena kemajuan zaman,” kata Siswoyo.
Ia juga menyebut Wayang Kulit yang ditampilkan berasal dari Pekon Pajaragung Barat, Kecamatan Pringsewu. Sanggar tersebut didirikan almarhum Sindu Purnomo dan kini dipimpin putranya, Sutanto.
Menurut Siswoyo, acara ini juga didukung dari sumbangsih warga. Bentuknya berupa makanan ringan, snack, hingga nasi tumpeng. Tidak ada iuran uang dan tidak ada paksaan.
“Ini murni dari hati dan kesadaran warga saja. Yang pasti ini hajatan desa tiap tahun,” jelasnya.
Salah satu penonton, Maini mengaku sangat senang dan terhibur. Ia berharap tradisi ini tetap lestari dan semakin meriah setiap tahun.
Erwandi






